1. Pantai Parangtritis Yang Melegenda
" Ada kisah seorang pelarian dari kerajaan Majapahit yang bernama Dipokusumo yang sedang melakukan semadi melihat air yang menetes (tumaritis) yang berasal dari celah batu karang (parang). Selanjutnya Dipokusumo memberi nama daerah tersebut dengan Parangtritis yang artinya air yang menetes dari batu "
Oleh masyarakat setempat pantai ini dipercaya sebagai kesatuan perwujutan dari Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta dan Pantai Parangtritis itu sendiri. Bilamana terjadi fenomena alam atau kejadian tertentu dari ketiganya, masyarakat tersebut sering menghubungkan satu dengan yang lainnya. Pantai satu dengan lainya pasti mempunyai keunikan dan ciri tersendiri. Begitu pula dengan Pantai Parangtritis, mempunyai keunikan dan terkenal dengan ombak-ombaknya yang cukup besar. Pada musim kemarau saat angin bertiup sangat kencang, gelombang di Pantai Parangtritis bisa mencapai ketinggian 2 – 3 meter, sehingga para pengunjung dilarang mandi di pantai karena sangat berbahaya.
Untuk menyalurkan keinginan berenang pengunjung terutama anak-anak maka sudah disediakan kolam renang yang nyaman untuk menambah kesenangan anak-anak berlibur. Sekitar pantai ini dipenuhi oleh pasir hitam yang halus yang berasal dari material vulkanik gunung Merapi. Angin yang bertiup diantara pasir kesana kemari dan memutar membuat pasir yang dulunya rata menjadi berbentuk unik. Terbentuk bukit-bukit pasir yang menarik yang disebut gumuk. Selain terbentuk bukit-bukit pasir dengan berbagai ukuran, pasir pantai tersebut membentuk cekungan dan torehan beragam yang merupakan keindahan tersendiri.
Saat sore menjelang suasana semakin meredup bergantai dengan cahaya kuning keemasan memancar dari matahari yang akan masuk ke peraduan. Diiringi kilauan permukaan air yang diterjang sisa sinar matahari melengkapi pemandangan sunset di Pantai Parangtritis.
Akses untuk menuju Pantai Parangtritis dapat dengan mudah kita temukan. Dari Yogyakarta-Jalan Parangtritis-Kretek-Pantai Parangtritis. Sedangkan jalur alternatif yang lain bila dari Yogyakarta-Imogiri-Parangtritis.
Fasilitas yang terdapat di Pantai Parangtritis sudah cukup lengkap karena Pemkab Bantul mengelola obyek pariwisata Pantai Parangtritis ini dengan baik. Fasilitas tersebut seperti, tempat penginapan, toko kelontong, toko yang menyediakan souvenir, makanan dan minuman, lahan parkir dan penyewaan kamar mandi. Tersedia sarana untuk melakukan olah raga pantai seperti motor ATV, kereta kuda, menaiki kuda dan Paralayang bagi anda yang berjiwa pemberani.
Lokasi : Pantai ini terletak di
Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta.
2. Pantai Parangkusumo dengan cerita mitosnya.
Pantai Parangkusumo dapat
disejajarkan dengan Pantai Parangtritis yang mempunyai pemandangan pantai yang
menarik dan adanya mitos yang berkembang di masyarakat tentang kisah cinta
Panembahan Senopati Raja Mataram dengan Penguasa Laut Selatan merupakan daya
tarik tersendiri.Legenda dan mitos tersebut
menjadikan Pantai Parangkusumo banyak digunakan untuk sarana ritual yang
dilakukan oleh masyarakat maupun yang dilakukan oleh pihak Keraton Yogyakarta.
Pantai ini sering digunakan berbagai acara ritual kebudayaan maupun keagamaan
baik secara individu maupun secara berkelompok mulai dari semedi, tirakatan ataupun
upacara Melesti, Labuhan Ageng yang menjadi obyek wiasata tersendiri.
Acara-acara ritual tersebut dilakukan pada waktu-waktu tertentu dengan memilih
penanggalan jawa yang diyakini merupakan hari baik untuk pelaksanaan acara
tersebut.
Pengunjung di Pantai Parangtritis
akan lebih banyak dari hari-hari biasanya bila bertepatan dengan hari libur
sekolah dan saat berlangsungnya upacara ritual Melasti dan Labuhan. Pada
waktu-waktu tersebut, pengunjung Pantai Parangtritis tumpah ruah beraktivitas
di Pantai Parangkusumo yang dilanjutkan dengan meyaksikan keindahan sunset
waktu sore menjelang.Tempat untuk melaksanakan upacara
ritual tersebut bertempat di sebuah bangunan yang berada di sekitar pantai yang
disebut Cepuri. Tempat tersebut dipakai untuk melakukan acara doa dan ritual sebelum
acara labuhan dilakukan yang dilakukan oleh pihak Keraton Yogyakakarta.
Menurut cerita dalam bangunan
Cepuri tersebut terdapat dua buah batu hitam yang bernama batu cinta yang konon
dipakai sebagai tempat duduk Panembahan Senopati dan Ratu Kidul yang kemudian
batu tersebut diberi nama batu cinta. Cepuri tersebut merupakan tempat bagi
keduanya dalam melakukan perjanjian yang berawal dari permintaan Penembahan
Senopati kepada Ratu Kidul untuk membantu Sang Senopati menjadi penguasa di
Mataram, permintaan tersebut dikabulkan Sang Ratu dan meminta syarat agar Sang
Senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami Sang Ratu. Persyaratan Sang
Ratu akhirnya disetujui dengan syarat, dalam hubungan tersebut tidak
menghasilkan keturunan.Keraton Yogyakarta yang merupakan
pecahan dari Kerajaan Mataram selanjutnya diyakini mempunyai hubungan khusus
dengan penguasa laut kidul. Bentuk dari hubungan tersebut akhirnya diwujudkan
menjadi acara ritual labuhan yang dilakukan pihak Keraton di Pantai
Prangtritis.
Terlepas dari cerita legenda
tersebut yang berupa mitos, Pantai Parangkusumo sendiri kalau dilihat dari segi
keindahan memang lumayan menarik. Pada areal pantai terdapat tumbuhan sejenis
pakis dan palm menambah keindahan
kawasan tersebut. Secara umum keindahan garis
pantai dan lainnya sangat menarik. Jalanan untuk menuju pantai ini sudah
relatif bagus sehingga dapat dilalui oleh kendaraan dengan nyaman. Jalanan
tersebut dihiasi oleh deretan pohon cemara yang berjajar rapi turut mengiringi perjalanan
kita menyusuri jalanan tersebut. Jalan tersebut kalau ditelusuri akan menghubungkan
anda dengaan kawasan Pantai Depok yang terkenal dengan hasil lautnya yang
banyak menarik perhatian para pengunjung.
Akses untuk mencapai tempat ini
sangat mudah, karena bersebelahan dengan Pantai Parangtritis maka bila anda
dari tempat tersebut maka dapat dengan mudah menuju kesini. Apabila wisatwan
dari Yogyakarta dapat memakai rute
sebagai berikut : Yogyakarta-Jl Parangtritis-Kretek-Pantai Parangkusumo.
Sedangkan jalur alternatif yang lain bila dari Yogyakarta-Imogiri-Parangkusumo.
Fasilitas yang dimiliki tempat
wisata ini terbilang lumayan lengkap karena seperti tempat ibadah, tempat penginapan,
warung kelontong, souvenir, makanan dan minuman, tempat parkir dan kamar
mandi/toilet. Tersedia juga sarana olah raga
pantai seperti motor ATV, kereta kuda, berkuda dan bagi anda yang berjiwa
pemberani dapat mencoba menggunakan pesawat Paralayang.
Lokasi Pantai Parangkusumo
terletak di Pantai ini terletak di Desa Parangtritis,Kecamatan Kretek,
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta.







